Serang, Naratama News – Tumpukan sampah di saluran Daerah Irigasi Ciujung di Kampung Cibening, Desa Bendung tepatnya dekat pintu air saluran tersier Cibomo ruas BPB 23 menimbulkan bau yang tidak sedap, sehingga menggangu masyarakat setempat dan pengguna jalan.
Jenis sampah yang terlihat menumpuk itu di dominasi oleh sampah rumahan, seperti sisa-sisa potongan sayur mayur, pampers yang di bungkus rapi di dalam plastik kresek dan sampah botol plastik lainnya, selain itu stereo foam juga terlihat mengambang di saluran irigasi itu.
Di samping untuk mengairi sawah petani, air dari daerah irigasi Ciujung terlihat masih digunakan oleh masyarakat yang tinggal di bantaran saluran irigasi Ciujung itu untuk mandi dan cuci baju.
Pantauan wartawan mulai dari depan kantor BPTP Banten, jalan Ciptayasa KM 01, Desa Singamerta menyebutkan, sampah bungkusan plastik terlihat mengambang di saluran irigasi Ciujung tersebut. Rumput di bantaran irigasi Ciujung juga sudah mulai meninggi antara 20 cm hingga 30 cm. Sedimen lumpur juga sudah mulai terlihat di beberapa titik, karena pada saat itu Hari Sabtu tanggal 04/03 debit air irigasi sedang surut, sehingga Sedimentasi lumpur sudah mulai terlihat jelas.
“sekitar tahun 2021, tapi saya lupa bulan berapa, irigasi ini pernah didalamin menggunakan exkavator, lumpurnya di keruk dari dalam irigasi,” kata Jimmi, salah seorang warga Desa Singamerta.

Jimmi mengakui bahwa, kebiasaan oknum-oknum masyarakat yang tidak bertanggung jawab membuang sampah ke saluran irigasi sudah bukan rahasia umum lagi, bukan hanya masyarakat yang tinggal di bantaran irigasi, termasuk oknum warga perumahan BCP juga turut serta membuang sampah ke saluran irigasi ciujung.
“gampang untuk melihat penomena buang sampah ke saluran irigasi itu, tinggal kita tongkrongin saat pagi dan sore di jembatan singamerta atau di bantaran irigasi, pasti ketahuan siapa saja yang buang sampah ke saluran irigasi itu,” ungkap Jimmi.
Hal senada juga di katakan Marka, warga Kampung Cembeh, Desa Ciruas bahwa, kebiasaan buruk oknum warga yang membuang sampah ke saluran irigasi sudah berlangsung lama, bahkan hampir tidak bisa di cegah.
“sebenarnya, kalau penomena kebiasaan buang sampah ke saluran irigasi itu, sulit untuk di hentikan, karena berhubungan dengan pola pikir, lebih baik pihak-pihak terkait, seperti perangkat Desa, Camat dan dari pihak Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWSC3) wilayah Banten, melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat yang tinggal di bantaran saluran irigasi Ciujung, supaya terlibat untuk memelihara daerah irigasi tersebut,” kata Marka.
Maryati, salah seorang pemilik warung bocah angon, di kampung Cibening desa Bendung mengakui bahwa, masalah sampah di saluran irigasi Ciujung sudah berlangsung lama. Bahkan, meskipun petugas kebersihan melakukan pengangkutan sekali dalam seminggu, sampah tetap menumpuk.
“sebenarnya petugas kebersihan, setiap hari Kamis melakukan pengangkutan sampah dari irigasi itu, namun karena perilaku oknum masyarakat yang tidak bertanggung jawab yang membuang sampah ke saluran irigasi setiap hari, ya tetap saja sampahnya numpuk lagi, bau lagi, begitu setiap hari. Kasihan petugas kebersihannya,” kata Maryati. (red)

