BANTEN – Aplikasi Telemedicine Puskesmas digagas oleh Dinas Kesehatan Provinsi Banten merupakan langkah progresif dalam transformasi layanan kesehatan publik.
Dengan menggabungkan teknologi digital dan pendekatan layanan konsultasi kesehatan, program ini tidak hanya memperluas jangkauan pelayanan kesehatan tetapi juga juga menjadi solusi nyata dalam mengatasi kesenjangan layanan antara wilayah urban dan rural di Banten. Pelayanan kesehatan kini makin dekat dan mudah dengan aplikasi telemedicine puskesmas.
Masyarakat dapat berkonsultasi kesehatan secara online, mendapatkan informasi medis, hingga memantau kondisi kesehatan tanpa harus datang langsung ke fasilitas pelayanan kesehatan.
Inovasi ini menjadi langkah nyata dalam menghadirkan layanan kesehatan yang cepat, mudah, dan terjangkau bagi masyarakat Banten.
Dengan pemanfaatan teknologi digital, pelayanan kesehatan diharapkan semakin efektif serta mampu menjangkau masyarakat lebih luas, kapan saja dan di mana saja.
Dukungan penuh pemerintah daerah serta integrasi dengan sistem layanan kesehatan digital diharapkan dapat terus ditingkatkan agar manfaatnya dirasakan lebih luas oleh seluruh masyarakat.
Melalui program Mobile Clinic berbasis telemedicine, tenaga kesehatan di lapangan dapat berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis di RSUD Banten menggunakan sistem digital terintegrasi. Pemerintah Provinsi Banten juga menyiapkan delapan unit mobile clinic dengan nilai anggaran sekitar Rp36,6 miliar untuk memperluas jangkauan layanan kesehatan ke daerah terpencil.
Fasilitas yang tersedia dalam mobile clinic tersebut meliputi:
mini laboratorium
ECG/EKG
USG
portable X-Ray
patient monitor
ventilator transport
aplikasi telemedicine terintegrasi
Program ini telah mulai menjangkau beberapa wilayah seperti Kabupaten Serang, Lebak, dan Pandeglang melalui layanan keliling yang terhubung dengan puskesmas setempat. Pemerintah daerah menyebut layanan ini sebagai langkah “jemput bola” agar masyarakat tidak perlu antre lama atau bepergian jauh untuk mendapat pemeriksaan kesehatan.
Gubernur Andra Soni pada (19/5) menegaskan bahwa pelayanan kesehatan harus beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital agar layanan lebih cepat, mudah, dan merata di seluruh wilayah Banten.
Ditambahkan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti menjelaskan, bahwa layanan kesehatan di Provinsi Banten harus mulai beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital dan berbasis aplikasi agar pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih cepat, mudah, dan merata.
Menurut Ati, pemanfaatan teknologi dalam sektor kesehatan penting untuk meningkatkan efektivitas pelayanan, mulai dari pendaftaran pasien, konsultasi medis, hingga integrasi data kesehatan antar fasilitas layanan kesehatan. Pernyataan tersebut disampaikan seiring pengembangan layanan telemedicine dan mobile clinic digital oleh Pemerintah Provinsi Banten.
Program digitalisasi kesehatan yang sedang dikembangkan mencakup:
aplikasi telemedicine untuk puskesmas
layanan konsultasi dokter jarak jauh
mobile clinic berbasis teknologi
integrasi layanan kesehatan daerah
pemeriksaan medis dengan perangkat digital portable
Pemprov Banten juga mendorong agar rumah sakit dan puskesmas mampu memanfaatkan teknologi informasi untuk mempercepat pelayanan dan memperluas akses kesehatan masyarakat, khususnya di daerah terpencil. (ADV)

