
Serang, Naratamanews | Pekerjaan kontruksi berupa rehabilitasi jaringan irigasi cibaliung yang berada di kabupaten Pandeglang dianggarkan dengan pagu sebesar Rp 241 Miliar, pekerjaan tersebut mulai dilaksanakan dari Agustus 2023 hingga Agustus 2025 dengan skema Multiyear Contrak. Namun hingga saat ini sudah memasuki tahun 2026 kondisi saluran irigasi Cibaliung mengalami kekeringan.
Program rehabilitasi jaringan Daerah irigasi Cibaliung untuk penanganan kondisi saluran air dalam memenuhi pasokan areal sawah dalam mendukung swasembada pangan dan ketahanan pangan sesuai instruksi presiden no 2 tahun 2025 menjadi sorotan publik baik dari kalangan civil sociaty dan masyarakat.
Kegiatan rehabilitasi irigasi Cibaliung yang dilaksanakan mulai tahun 2023 – 2025 yang dilaksanakan dengan skema Multiyear Contrak dialokasikan anggaran senilai Rp 241 miliar, nilai tersebut untuk menangani panjang 30 km namun hingga bulan Agustus 2026 kondisi saluran irigasi tidak terlihat air bahkan yang ada sejenis rumput semak belukar seakan tidak terurus.
Dengan anggaran ratusan miliar proyek jaringan irigasi cibaliung diduga hanya dijadikan bancakan para oknum pejabat di BBWS Cidanau – Ciujung – Cidurian untuk memperkaya padahal kegiatan tersebut seharusnya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat agar pasokan air bisa membantu warga setempat. Jangan sampai proyek Ini semacam proyek Pat Guli Pat Air irigasi Cibaliung “Lompat”.
Sementara Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Irigasi dan Rawa II pada Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau – Ciujung – Cidurian (BBWSC3) Provinsi Banten Hanif Wasistono Adi ketika dikonfirmasi Naratamanews melalui pesan singkat WhatsApp senin 25 Agustus 2026 belum merespon konfirmasi terkait kegiatan rehabilitasi jaringan irigasi cibaliung senilai Rp 241 Miliar.
Proyek senilai Rp 241 Miliar yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) melalui Kementerian Pekerjaan Umum dengan skema Multiyear Contrak (MYC) yang dimulai pada Agustus 2023 – 2025 namun kegiatan tersebut patut dipertanyakan, pasalnya, dalam Mata Anggaran Kegiatan (MAK) terdapat paket kegiatan yang sama dengan nilai pekerjaan Rp 66,3 Miliar yang dimulai tahun 2024 dengan metode pembayaran untuk kontrak tahun jamak.
Beberapa pertanyaan atau konfirmasi melalui pesan singkat yang dilayangkan kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Irigasi dan Rawa II Hanif wasistono terkait kegiatan rehabilitasi Jaringan irigasi Cibaliung menambah kecurigaan, hingga berita ini diterbitkan media belum juga mendapatkan keterangan dari pejabat terkait.
Meski pekerjaan tersebut telah selesai dikerjakan dengan waktu pelaksanaan namun dugaan kejanggalan dalam kegiatan proyek rehabilitasi irigasi Cibaliung perlu mendapatkan keterangan lebih lengkap dari pihak PPK, sehingga kecurigaan atas pekerjaan tersebut bisa terjawab, dengan sikap PPK yang belum merespon terkesan ada apa dengan irigasi Cibaliung?
Proyek rehabilitasi Daerah Irigasi Cibaliung yang berada di kabupaten Pandeglang sepanjang 1 Km dengan pagu anggaran sebesar Rp 66.308.433.000.00 dinilai sebagai proyek tak bertuan, pasalnya, proyek yang dikelola Satuan Non Vertikal Tertentu (SNVT) Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air Cidanau – Ciujung – Cidurian tahun anggaran 2023 – 2025 hingga saat ini tidak terlihat nampak hasil dari pekerjaannya.
Proyek yang dilaksanakan dengan skema Multiyear Contrak (MYC) tersebut untuk melakukan perbaikan atau rehabilitasi saluran irigasi seluas 1655 Hektare dengan target penanganan sepanjang 1 Km. Pekerjaan yang dibiayai dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) itu saat ini dibeberapa titik saluran sudah mengalami kerusakan. Meskipun anggaran yang digelontorkan cukup besar, namun tidak menjamin kualitas fisik hasil pekerjaan.
Program yang notabene untuk mendukung swasembada serta ketahanan pangan di daerah sesuai arahan pemerintah pusat melalui Asta cita dalam mensukseskan ketahanan pangan dari sektor pertanian terpaksa harus “kandas” pasalnya, proyek yang digarap oleh Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau – Ciujung – Cidurian (BBWSC) Provinsi Banten hanya menghambur-hamburkan anggaran.
Kegiatan rehabilitasi Jaringan irigasi yang berada di wilayah kabupaten Pandeglang dan Lebak seyogyanya dapat berfungsi untuk menjamin pasokan air ke lahan pertanian secara stabil, serta dapat mencegah terjadinya gagal panen saat kemarau, dan saluran irigasi yang diperbaiki bisa mengalirkan air ke petak-petak sawah agar petani dapat panen lebih dari sekali dalam setahun.
Proyek penanganan daerah irigasi tersebut sangat dibutuhkan bagi warga sekitar untuk memenuhi kelangsungan hidup sehingga warga sangat mengharapkan pasokan air dari daerah irigasi bisa secara merata mengaliri ke area sentra persawahan agar tanaman padi dan komoditas lainnya tumbuh optimal.
Perbaikan penanganan irigasi salah satunya untuk memasok cadangan air vital saat musim kemarau panjang, serta mencegah tanah kering, dan dapat menurunkan suhu tanah. sehingga melalui pemeliharaan dan normalisasi saluran (seperti revitalisasi jaringan irigasi di kawasan perkotaan), infrastruktur ini juga berfungsi sebagai saluran pembuang untuk mengurangi banjir.
Pekerjaan rehabilitasi saluran irigasi cibaliung mestinya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang mana air irigasi dapat mengaliri area persawahan akan tetapi dari hasil pekerjaan tersebut saluran irigasi mengalami kekeringan sehingga masyarakat sangat kesulitan untuk mendapatkan air apa lagi saat ini akan memasuki musim kemarau.
Dari data yang dihimpun proyek dengan skema Multiyear Contrak (MYC) Kementrian Pekerjaan Umum mengalokasikan anggaran senilai Rp. 241.085.893.877.00 untuk kegiatan Rehabilitasi Daerah Irigasi Cibaliung Kiri Kabupaten Pandeglang dengan volume pekerjaan 30.0 KM. Paket tersebut tertuang dengan kode 37222562 yang tayang pada bulan Agustus tahun 2023
Hasil pekerjaan kegiatan rehabilitasi Jaringan irigasi Cibaliung yang saat ini sudah mengalami kerusakan berat patut dipertanyakan dan pekerjaan itu semestinya dilakukan penanganan pemeliharaan agar kondisi saluran tetap berfungsi. (Ep)

