Serang, Naratamanews- Penting penerapan rumah sakit ramah lingkungan atau green hospital, meliputi berbagai aspek, mulai desain bangunan, pengoperasian, serta pemeliharaan, dengan mempertimbangkan prinsip kesehatan dan lingkungan berkelanjutan.
Sebagaimana dijelaskan Kepala Bidang Rekam Medis dan SIM RS ‘H. Alwan, Sp, MM’ (8/7), pihaknya terus berupaya menerapkan -kebijakan operasional kami upayakan yang ramah lingkungan, seperti efisiensi energi listrik, air, penggunaan film, penggunaan alat kesehatan yang ramah lingkungan (nonmerkuri), meminimalisasi penggunaan kertas (paperless) dengan menerapkan rekam medik elektronik dan klaim BPJS berbasis elektronik,” ungkapnya.
Ditambahkan, pada green hospital, pihaknya menerapkan tiga prinsip, yakni reduce (mengurangi), reuse (menggunakan), recycling (mendaur ulang). Reduce dilakukan salah satunya dengan menekan penggunaan kertas pada dokumen rekam medis dan berkas fisik klaim BPJS, melalui penggunaan sistem elektronik.
“Kami menggunakan rekam medis elektronik dan elektronik validation. Sehingga, bisa meminimalisasi penggunaan kertas. Ini salah satu upaya pengurangan sampah,” kata Alwan.
Limbah di rumah sakit itu pun juga dikelola dengan baik. Limbah cair diolah dan dikeluarkan setelah aman dan ramah lingkungan. Limbah medis dan nonmedis dipisah kemudian diolah sesuai jenis limbahnya.
Untuk meminimalkan penggunaan listrik, pihaknya mendesain ruangan dengan penerangan yang memadai, sehingga tak perlu lagi menggunakan lampu pada siang hari. Tak hanya itu, AC di setiap ruangan dipasang pada suhu 25 derajat celsius.
“Dengan cara itu, konsumsi energi listrik di RSUD Banten berkurang, Adanya radiology information system juga menghemat anggaran film” terangnya. (Adv)

