Serang, Naratamanews- Menanggulangi trend kasus hepatitis akut atau hepatitis unknown di Provinsi Banten khususnya, RSUD Banten telah mempersiapkan segala sesuatunya untuk menghadapi penyakit hepatitis yang belum diketahui penyebabnya tersebut.
Sebagaimana rapat pembahasan mengenai persiapan menghadapi hepatitis akut atau hepatitis unknown oleh RSUD Banten tersebut telah dilakukan sejak jauh-jauh hari sebagai respon RSUD Banten sebagai layanan kesehatan rujukan di Provinsi Banten.
Direktur RSUD Banten, dr. Danang Hamsah Nugroho, MKes mengaku pihaknya telah melakukan rapat pembahasan kesiapan RSUD Banten menghadapi trend kasus hepatitis unkonwn.
Menurut Danang, langkah persiapan RSUD Banten dalam trend kasus hepatitis unknown ini ditujukan sebagai respon, Rumah Sakit dalam menghadapi kemungkinan RSUD Banten mendapati kasus Hepatitis Unkonwn dan kesiapan RSUD Banten sebagai layanan kesehatan rujukan di Provinsi Banten.
Rapat persiapa dihadiri oleh seluruh kepala instalasi, kepala ruangan dan staf terkait bertempat di Aula Direksi, Gedung Rajawali Lantai 3, RSUD Banten. Pada sisi lain, pihaknya berharap kejadian kasus hepatitis tidak terus meluas, selain pihaknya juga mengajak kepada masyarakat untuk tetap waspada menjalankan protokol kesehatan dan menjaga anak kita dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat di kehidupan sehari-hari.
“Semoga diharapkan kasus hepatitis yang meluas dapat kita cegah dan kepada masyarakat juga agar dihimbau untuk tetap waspada menjalankan protokol kesehatan dan menjaga anak kita dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat di kehidupan sehari-hari,” kata Danang.
Sementara itu, Dokter Anak RSUD Banten, dr. Regia Sabaraty Sinurat mengatakan kasus hepatitis unkonwn atau hepatitis akut yang tidak diketahui etiologi nya ini merupakan kasus penyakit dengan gejala menyerupai hepatitis yang penyebabnya bukan berasal dari virus hepatitis tipe A, B, C, D dan E yang sampai saat ini masih dalam pengembangan penyelidikan terkait penyebab dan orang yang paling beresiko terkena penyakit ini dimana penyebarannya saat ini sedang meningkat di beberapa negara di dunia.
Untuk itu, orangtua memperhatikan kondisi daya tahan tubuhnya, gizinya, prilaku hidup bersih anak-anaknya.
“Pada prinsipnya virus ini tergantung daya tahan tubuh, karena apapun virus saat daya tahan tubuh baik dia tidak masuk bergejala. Jadi, prilaku hidup sehat itu nomor satu, terus mengupayakan gizi yang seimbang,” Jelasnya. (ADV)

