LEBAK – Bidang Kebudayaan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten mengikuti rapat Revitalisasi stasiun Rangkasbitung Kabupaten Lebak bertempat di kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lebak, Senin 27 Mei 2024.
Dalam rapat tesebut terungkap bahwa, pembangunan dan perluasan Stasiun Rangkasbitung dimulai sejak tahun 2023 hingga saat ini, pada proses pembangunannya, akan berdampak pada bangunan cagar budaya peninggalan zaman Hindia Belanda yang di Stasiun Rangkasbitung.
“Revitalisasi bentuk stasiun itu sendiri, akan membongkar overkapping atau atap peron dan hanya menyisakan enam tiang penyangga peninggalan kolonial Hindia Belanda yang sudah berumur ratusan tahun,” kata Kepala Bidang Kebudayaan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten Ina.
Lebih lanjut Ina mengatakan berdasarkan kajian yang sudah disepakati bersama, pembongkaran atap akan tetap dilakukan untuk mengikuti perkembangan ramainya penggunaan jasa kereta api di Stasiun Rangkasbitung.
Menurutnya, proses pembongkaran stasiun ini, akan menyisakan enam kolom dari 22 kolom tiang penyangga atap sebagai bagian dari cagar budaya stasiun.
Ia menambahkan, terkait dengan pembongkaran cagar budaya sudah melalui proses diskusi bersama pakar dan tim ahli cagar budaya. Ubai menuturkan proyek pembongkaran tidak akan menghabiskan seluruh bangunan cagar budaya stasiun Rangkasbitung yang ada. (ADV)

