CILEGON – PT. Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM) terus melakukan inovasi dalam melaksanakan bisnisnya, perusahaan milik pemerintah kota Cilegon yang mempunyai tugas pokok menyelenggarakan pengelolaan dan pelayanan bidang Pemanduan dan Penundaan kapal tersebut saat ini mulai mengembangkan bisnisnya hingga ke kencah nasional.
Menutu Direktur Utama PT PCM Muhammad Willy salah satu krgiatan perushaan yang saat ini yang telah dijalankan adalah kegitan pemanduan dan penundaan kapal di blok Pangkah, Gersik Jawa Timur yang menandandakan bahwa PCM mampu bersaing dengan perushaan-perushaan nasional.
“Dengan 10 kapal yang kita oprasikan saa ini kita mempunyai target untuk menjadi pemain nasional, namun demikian saat ini kita masih memperkuat bisnis kita di wilyah perairan Banten, yang mempunyai potensi yang sangat tinggi,” ujar pria penerima penghargaan BUMD Awards 2023 dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk kategori Usaha Pelabuhan. Penghargaan ini merupakan yang pertama kali diterima PT PCM sejak berdiri.
Willy menjelaskan pihaknya senantiasa memberikan pelayanan jasa kepalabuhanan yang cepat, handal, aman serta ramah terhadap lingkungan sesuai dengan standar kualitas internasional sehingga mampu memenuhi kebutuhan dan harapan pelanggan.
Masih menurut Willy Kota Cilegon berada diposisi geostrategic dengan potensi kepelabuhan dan terdapat lebih dari 65 pelabuhan industri yang diarahkan untuk dikembangkan dan dimajukan, hal terseut yang mendarkan pemerintah kota Cilegon membentuk badan usaha yang mempunyai tugas pokok menyelenggarakan pengelolaan dan pelayanan bidang Pemanduan dan Penundaan kapal
“Seiring dengan perkembangan lingkungan usaha dan untuk menjadi badan usha pelabuhan berstandar internasional, kita terus melakukan inovasi dan peningkatan pelayanan yang tentunya juga sebagai perusahaan yang bisa berkontribusi terhadap pendapatan daerah dengan tidak mengkesampingan professional dalam nejalan usaha,” ungkapnya.
Lebih lanjut Ia menjelaskan tugas pokok pemanduan adalah kegiatan pandu dalam membantu, memberikan saran dan informasi kepada Nakhoda tentang keadaan perairan setempat yang penting agar navigasi-pelayaran dapat dilaksanakan dengan selamat, tertib, dan lancar demi keselamatan kapal dan lingkungan.
“Penundaan kapal adalah bagian dari pemanduan yang meliputi kegiatan mendorong, menarik, menggandeng, mengawal (escort), dan membantu (assist) kapal yang berolah-gerak di alur-pelayaran, daerah labuh jangkar maupun kolam Pelabuhan, baik untuk bertambat ke atau untuk melepas dari dermaga, jetty, trestle, pier, pelampung, dolphin, kapal, dan fasilitas tambat lainnya dengan mempergunakan kapal tunda sesuai dengan ketentuan yang dipersyaratkan,” jelas Willy.
Willy juga menjelaskan bahwa dirinya mempunyai tujuan untuk mewujudkan jasa pelayanan yang modern, prima, efektif, efisien dan berperan aktif dalam industri kepelabuhanan, menciptakan iklim usaha yang bersinergi dengan industri sekitar dalam mengembangkan usaha jasa kepelabuhanan secara berkelanjutan. (Wan)

