CILEGON – Pelabuhan merupakan salah satu pintu masuk bagi aktifitas manusia maupun barang dari luar daerah maupun luar negeri.
Sebagai gerbang tranportasi dan mobilisasi pelabuhan sangat rentan terjadinya bahaya penyakit yang mengancam masyarakat pengguna jasa pelabuhan maupun masyarakat sekitar pelabuhan.
Untuk mencegah mewabah nya atau terjangkit nya penyakit tersebut Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) kelas 1 Banten secara berkala melakukan pemantauan kebersihan di lingkungan pelabuhan umum maupun Terminal Untuk Keperluan Sendiri (TUKS) di wilayah Provinsi Banten.
Ketua Tim Kerja Pengawasan Resiko Kesehatan Lingkungan pada BKK kelas 1 Banten dr. Endang Sarifatul Anwar, mengatakan pihaknya secara rutin melakukan pemantauan kebersihan lingkungan pelabuhan.
“Lingkungan pelabuhan mempunyai resiko tinggi timbulnya wabah penyakit, karenanya kita selalu melakukan pemeriksaan seperti sanitasi lingkungan pelabuhan dan juga adanya potensi vektor pembawa penyakit seperti tikus kemudian nyamuk yg dapat membawa bibit penyakit,” kata dr. Endang ketika ditemui di kantornya.
Lebih lanjut Ia mengatakan, BKK merupakan Unit Pelaksana Teknis yang bertugas mencegah masuk dan keluarnya penyakit dan faktor resiko kesehatan di wilayah pelabuhan, bandara udara dan pos lintas batas negara.
BKK menurut Endang, juga mempunyai tugas dan fungsi pelaksanaan Kekarantinaan, pelayanan kesehatan, pengendalian resiko lingkungan, pengamatan penyakit.
“Kita juga mempunyai tugas dan fungsi pengamanan radiasi, surveilan epidemilogi, penanggulangan kejadian luarbiasa dan bencana bidang kesehatan,” tuturnya.
Selain itu juga lanjut Endang, BKK mempunyai tugas dan fungsi pemeriksaan kesehatan kerja, pemberian sertifikat kesehatankesehatan serta pengawasan kesehatan alat angkut dan muatanya. (Wan/Red)

