Jakarta, Naratamanews – Dugaan kasus tindak pidana korupsi yang terjadi pada Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) tahun 2013 – 2019 terus dilakukan pemeriksaan secara maraton terhadap para saksi yang mana sebelumnya pihak Kejagung telah menetapkan lima orang sebagai tersangka atas kasus dugaan korupsi senilai 4,7 Triliun pada LPEI.
Tim Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM PIDSUS) Kejaksaan Agung melakukan pemeriksaan terhadap tujuh orang pada LPEI secara maraton di gedung bundar Selasa (18/2).
Pemeriksaan dilakukan terhadap tujuh orang saksi itu untuk mendalami terkait dugaan tindak pidana korupsi Penyelenggaraa Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia
Dalam keterangan tertulis yang diterima media ketujuh saksi yang dimintai keterangan yakni MB selaku Senior Analyst Risiko Bisnis LPEI. MB diperiksa terkait pemberian fasilitas pembiayaan pada LPEI.
IR selaku Konsultan Bidang Audit LPEI tahun 2020 s/d 2021, diperiksa terkait melakaukan audit internal pada LPEI.
A selaku tim audit internal LPEI diperiksa terkait melakukan audit internal pada LPEI.
SWP selaku Kepala Divisi Kredit Reviewer I, diperiksa terkait pemberian fasilitas pembiayaan pada LPEI.
AW selaku Kepala Satuan Kerja Audit Internal LPEI periode tahun 2020 s/d sekarang, diperiksa terkait melakukan audit internal pada LPEI.
H selaku Direktur Utama PT. Summit Paper Indonesia (April 2021 s/d sekarang), diperiksa terkait penerimaan fasilitas pembiayaan pada LPEI.
HTW selaku Mantan Kepala Divisi Special Audit LPEI sejak 20 Juli 2020 s/d 25 Juni 2021, diperiksa terkait melakukan audit internal pada LPEI.
Pemeriksaan saksi dilakukan untuk memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan tentang suatu perkara pidana yang ia dengar sendiri, ia lihat sendiri dan ia alami sendiri guna menemukan fakta hukum tentang tindak pidana korupsi yang terjadi dalam Penyelenggaraan Pembiayaan Ekspor Nasional Oleh Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI).
Pemeriksaan saksi dilaksanakan dengan mengikuti secara ketat protokol kesehatan antara lain dengan menerapkan 3M. (Win)

