Serang, Naratama – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan atau DPK Banten menggelar pelatihan menulis di kalangan pelajar dan mahasiswa se-Banten.
Kegiatan yang digelar DPK Banten itu memperhatikan protokol kesehatan dan dilaksanakan di ruang terater mini milik DPK Banten.
Dalam sambutannya, Kepala DPK Banten Usman Asshiddiqi Qohara menyampaikan, membudayakan kebiasaan membaca, khususnya bagi peserta didik SMA, SMK dan SKh serta mahasiswa merupakan proses yang panjang.
“Hal tersebut juga menjadi kewajiban bersama yang harus ditempuh sejak dini, guna menghasilkan manusia yang berkaulitas,” kata Usman.
Ia menilai, hakekatnya menulis dan membaca merupakan pondasi pembangunan sumber daya manusia yang cerdas.
Sebagai upaya meningkatkan mutu sumber daya manusia serta memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa.
Untuk membudayakan kegemaran dalam membaca, kata Usman, Pemprov Banten melalui DPK Banten menggelar kegiatan Workshop Menulis di Kalangan Pelajar SMA, SMK, SKh dan mahasiswa se-Banten.
“Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong para pelajar dan mahasiswa,” katanya.
“khususnya generasi muda untuk memiliki kebiasaan dalam menulis, membaca dan meningkatkan daya nalar terhadap lingkungan,” imbuhnya.
Selain itu, lanjut Usman, kegiatan ini juga sebagai sarana untuk mempromosikan DPK Banten di kalangan pelajar dan mahasiswa.
Sekaligus juga menumbuhkan rasa kecintaan dan tanggungjawab dalam menghadapi tantangan global.
Masih kata Usman, upaya meningkatkan kegemaran membaca dikalangan generasi muda, hususnya pelajar harus dipupuk dan digiatkan secara serentak dan terpadu oleh semua pihak.
Baik itu individu, keluarga, masyarakat, organisasi, swasta dan pemerintah.
“Sehingga semua pihak dapat lebih berkontribusi terhadap tujuan yang ingin dicapai, sekaligus memberikan penguatan terhadap upaya peningkatan pendidikan,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Usman juga meminta kepada peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut, untuk bisa mengikuti kegiatan tersebut dengan baik dan tertib dengan menjaga protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19. (ADV)

