
Serang, Naratamanews | Pembangunan konektivitas ruas Jalan Usaha Tani (JUT) yang berada di Kecamatan Wanasalam Kabupaten Lebak ditenggarai dalam pelaksanaan pekerjaannya tidak sesuai sehingga dapat mengakibatkan dugaan potensi kerugian keuangan daerah.
Pembangunan Jalan Usaha Tani yang berada di desa binuangeun Bunut kecamatan Wanasalam itu dikerjakan dengan nilai kontrak Rp. 5.061.990.474.00 oleh CV Masa Agung Jaya. Pekerjaan mulai dilaksanakan mulai 15 Oktober 2026 dengan waktu pelaksanaan 72 hari kalender.
Pembangunan konektivitas Jalan Usaha Tani di kecamatan Wanasalam dianggarkan melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Banten TA 2025 yang masuk dalam program Bang Andra (Bangun Jalan Desa Sejahtera).
Program ini bertujuan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur desa dan mengurangi kesenjangan pembangunan antar wilayah serta memangkas disparitas ekonomi kota/desa dan memperbaiki perekonomian daerah.
Program prioritas Pemprov Banten ini disambut baik oleh masyarakat Banten pasalnya, hasil dari program bang andra secara tidak langsung dapat meningkatkan perekonomian warga setempat namun untuk pekerjaan pembangunan konektivitas Jalan Usaha Tani yang berada di Kecamatan Wanasalam Kabupaten Lebak perlu dipertanyakan.
Dari penulusuran media pekerjaan pembangunan konektivitas Jalan Usaha Tani yang dilaksanakan CV Masa Agung Jaya tidak selesai dilaksanakan tepat waktu yang semestinya di akhir tahun 2025 pekerjaan tersebut sudah selesai akan tetapi kuat dugaan pihak pelaksana diberikan perpanjangan waktu untuk penyelesaian pekerjaan.
Beberapa data yang dihimpun media, pekerjaan pembangunan konektivitas Jalan Usaha Tani dikerjakan dengan jenis paving blok sepanjang 1,35 Km serta memiliki bahu jalan kanan kiri 0.50 meter namun berbeda dengan informasi yang tertera dalam Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (Sirup) yang menyebutkan kontruksi jalan beton struktur Fc 25 Mpa.
Informasi yang dihimpun hingga bulan Februari 2026 proyek pembangunan konektivitas Jalan Usaha Tani yang dilaksanakan CV Masa Agung Jaya masih dalam tahap pekerjaan baik itu berupa pasangan batu dan paving.
Ketua PAC Satria Banten Kecamatan Wanasalam Rianto kandra angkat bicara terkait proyek pembangunan konektivitas Jalan Usaha Tani yang mana sejak pekerjaan di mulai ditemukan banyak kejanggalan dalam pekerjaan bahkan sampai saat ini hasil dari pekerjaan tersebut sudah mengalami kerusakan. Ujarnya kepada media Jumat 17 juli 2026.
Ia mengatakan kejanggalan dalam pelaksanaan pekerjaan seperti kegiatan pasangan batu seperti tembok penahan tanah (TPT) di beberapa titik sudah mengalami kerusakan bahkan susunan batu sudah pada lepas kuat dugaan itu dikarenakan dalam proses pekerjaan pasangan batu bahan adukan kurang sesuai.
Selain pasangan batu untuk kondisi pasangan paving blok dibeberapa titik juga sudah mengalami amblas dan tidak rata mungkin kuat dugaan saat pekerjaan padatan aggregat tidak seluruhnya dilakukan. Paparnya.
Meski pekerjaan itu sudah selesai dilaksanakan oleh pihak ketiga, kami dari Satria Banten melihat banyak indikasi kejanggalan dan ketidaksesuaian dalam pelaksanaan pekerjaan yang dapat mengakibatkan potensi kerugian keuangan daerah.
”Kami saat ini sedang melakukan telaah atas pekerjaan tersebut mungkin dalam waktu dekat kami akan melaporkan ke pihak aparat penegak hukum”. Ungkapnya
Menurutnya untuk program kegiatan ini kami sebagai warga sangat mendukung program pemerintah apalagi program insfratruktur jalan yang notabene sangat dibutuhkan oleh masyarakat sehingga perekonomian masyarakat dapat meningkat akan tetapi pekerjaan tersebut harus sesuai dan transparan sehingga kualitas pekerjaan bisa bertahan lama. Katanya.
Sementara Kepala bidang bina marga Dinas PUPR Provinsi Banten Heru Iswanto yang saat ini menjabat Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Wilayah Pandeglang ketika di konfirmasi wartawan terkait pembangunan konektivitas Jalan Usaha Tani tidak merespon panggilan dari media bahkan pesan singkat yang dikirim belom di jawab. (Ep)

