Serang, Naratama News – Program infrastruktur untuk menunjang konektivitas jaringan jalan yang dilaksanakan Dinas Pekerjaan Umun dan Penataan Ruang (DPUPR) provinsi Banten belum lama dikerjakan sudah mengalami kerusakan pada badan jalan.
Kerusakan dibeberapa titik pada badan jalan dengan jenis amblas dan retak rambut diduga dalam pelaksanaannya tidak menggunakan agregat sebagai bahan dasar.
Jalan yang menghubungkan dari kecamatan baros menuju kecamatan petir di kabupaten serang itu dianggarkan melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Provinsi Banten tahun 2022.
Rehabilitasi jalan strategis Baros – petir yang dikelola oleh Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pelaksanaan Jalan dan Jembatan wilayah Serang Cilegon DPUPR Provinsi Banten dinilai mubazir padahal warga sekitar sangat memerlukan akses jalan dengan kondisi bagus namun pekerjaan yang baru beberapa hari dilaksanakan sudah rusak.

Hasil pantauan media Rabu (25/1) ditemukan kondisi jalan yang baru saja di hotmix sudah banyak yang mengalami rusak pada titik – titik tertentu sehingga kualitas dan mutu dipertanyakan.
“Jalan ini baru saja dibangun belum lama tapi sekarang sudah rusak pak”. ucap salah satu warga Teja mari kecamatan baros kepada medis Rabu (25/1).
Dia mengatakan, pekerjaan ini dilaksanakan pada malam hari karena akses jalan ini sempit sehingga sangat sulit untuk alat berat masuk dan kalau malam hari dikerjakan kondisi juga sudah sepi, sehingga dikerjakan malam. Katanya
Dari papan informasi pekerjaan ini dilaksanakan oleh PT Banten Putra Kontuksi dengan nilai kontrak Rp. 2.036.422.000 dan jangka waktu pelaksanaan 40 hari kalender sejak SPMK dikeluarkan bulan november 2022.
Sementara kepala UPT PJJ wilayah Serang Cilegon cucu Suhara saat dikonfirmasi melalui sambungan telpon tidak menjawab dan pesan singkat WhatsApp media terkait jalan Baros-petir yang sudah rusak belom merespon. (Wn)

